Nasihat-Nasihat Waktu dalam Islam

by 23.03.00 0 komentar

Apa kata Islam tentang Waktu?
Apa arti dibalik waktu? Banyak yang mengatakan, waktu lebih berharga daripada emas, waktu sangat tajam seperti pedang, dan waktu bernilai uang. Dari semua itu, kita sebagai umat islam, bukankah sudah menjadi keharusan untuk memandang segala hal dalam sudut pandang islam? Lalu seperti apakah waktu dalam kacamata islam? Mari kita kupas!

وَ الْعَصْرِ ۝ اِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِيْ خُسْرٍ ۝
“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian”
(Al-Ashr : 1-2)   
Manusia seringkali lalai akan waktu. Saat ada waktu senggang, telah menjadi kebiasaan manusia untuk mengisi hal-hal yang bersifat menyenangkan. Tak memandang kesenangan itu bersifat menguntungkan atau merugikan. Saat kesenangan itu membuat manusia lupa akan perintah tuhannya, maka pastilah ia merugi.
       Lalu, apakah islam mengajarkan cara-cara menetapkan waktu? Tentu saja islam telah mengajarkan. Islam mengajarkan kita untuk shalat 5 waktu. Subuh dilaksanakan di pagi petang. Dhuhur di siang tepat. Ashar saat matahari mulai terbenam. Maghrib ketika matahari menghilang dan mega merah bermunculan. Dan yang terakhir, Isya disaat hilangnya sang mega merah. Dengan melaksanakan kelima shalat secara tepat waktu, otomatis membuat kita dapat menandai waktu.
       Waktu berlalu cepat dan singkat. Dan setelah berlalu, waktu tak akan dapat kembali lagi. Seperti syair berikut.

Tahun demi tahun berlalu dengan senang
Sepinya ia begitu cepat terbang.
Saat susah menyela datang
Seolah-oleh ia begitu lambat tuk menghilang
Akhirnya masa-masa pun akan hilang
Seakan-akan mimpi di waktu siang

Ketahuilah...
Seandainya masa muda dapat kembali sehari saja
Akan kuberitahukan kepadanya apa yang dikerjakan di hari tua

Seseorang...
Hanyalah pengendara di atas pundak umur.
Berekelana mengikuti hari dan bulan.
Ia lalui siang dan malam
Semakin jauh kehidupan dekat dengan kuburan

وَ يَوْمَ يَحْشُرُهُمْ كَأَنْ لَّمْ يَلْبَثُوٓا۠ إِلَّا سَاعَةً مِّنَ النَّهّارِ يَتَعَارَفُوْنَ بَيْنَهُمْ

“Dan (ingatlah) akan hari (yang di waktu itu) Allah mengumpulkan mereka, (mereka merasa di hari itu) seaka-akan mereka tidak pernah berdiam (di dunia) melainkan sesaat saja di siang hari, (di waktu itu) mereka saling berkenalan.” (Yunus : 45)
Waktu bukanlah barang beharga seperti emas, sebagaimana dikatakan pepatah, namun jauh lebih mahal daripada segala harta dunia lainnya.
“Aku tidak pernah menyesali sesuatu, penyesalanku ada pada hari yang telah berlalu, dimana umurku berkurang sedang amalku tidak bertambah.” -Ibnu Mas’ud (ra)-
“Barangsiapa yang hari ini seperti hari kemarin ia adalah orang tertipu dan barangsiapa yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin ia adalah yang tercela”
Waktu yang paling menimbulkan banyak keburukan adalah waktu luang.
“Waktu luang telah membangkitkan kesibukan, dan sebab-sebab timbulnya bencana adalah waktu luang.”
Sebagai muslim, tak sebaiknya kita menunda-nunda pekerjaan. Gunakan waktu yang sekarang ada dihadapanmu sebaik mungkin.

Tak akan ku tunda pekerjaan hari ini
hingga esok karena malas
sesungguhnya hari esok
hanya bagi orang-orang yang malas

Peganglah hari lalu...
sebagai saksi yang adil
Keberadaanmu hari ini kan menjadi bukti
Kalau kemarin kau telah berbuat keburukan
Gandakan kebaikan hari ini
kau kan terpuji...
Jangan menunda kebaikan hari ini hingga esok.
Boleh jadi hari esok datang kau telah pergi.
Hari yang berlalu tak kan pernah kembali.

Muhammad bin Samrah, seorang pengembara, menulis srat pada sahabatnya, Yusuf bin Asbhat :

“Hai saudaraku ...!
Jauhilah dirimu dari menunda pekerjaan.
Jagalah! Jangan sampai hal itu bersarang dalam hatimu. Menunda pekerjaan berarti bersahabat dengan kerusakan, karena itu adalah tempatnya kemalasan. Menunda pekerjaan berarti memutuskan cita-cita dan penyia-nyiaan terhadap umur. Jika kamu berbuat demikian itu akan menjadi kebiasaanmu.
Jauhilah ragamu dari kebosanan yang telah berpaling darimu, karena itu tidak mendatangkan manfaat bagi jiwamu.

Hai saudaraku ...!
Segeralah melaksanakan pekerjaan, karena dirimu menuntut kesengsaraan. Bersungguh-sungguhlah dalam bekerja, karena setiap pekerjaan menuntut kesungguhan.
Waspadailah terhadap kelalaian!
Ingatlah! Apa yang telah kamu tinggalakan dari dosa, hutang dan pekerjaan, karena semuanya tetap dihitung.

Hai saudaraku ...!
Kamu akan selalu gembira, bila pekerjaanmu telah kamu laksanakan atau kamu akan menyesal bila kamu melalaikannya

Saudaramu
Jadilah pribadi yang tepat waktu. Menghargai adanya waktumu sekarang. Sungguh, di dunia ini kita hanya mampir sebentar sekali. Gunakan waktumu semaksimal mungkin. Jangan hanya bersenang di kala luang. Jangan hanya berangan-angan di kala senggang. Berlombalah dalam berbuat kebaikan. Buat catatan amalmu yang baik dan indah. Agar di kelak kau tak menyesal. Akhirat menantimu kapanpun juga.
Bekalilah dirimu dengan takwa
karena kamu tidak tahu
Bila malam telah tiba
Adakah kamu yang hidup hingga pagi
Berapa banyak orang yang sehat mati tanpa sakit
Berapa banyak pula yang sakit
dapat hidup beberpa masa
Berapa banyak pemuda
di waktu sore dan pagi sehat
 telah ditenun kain kafannya, ia tak tahu
***
Thanks for your visiting my blog

I wish this make you feel better ^^

Sittah Shify

Developer

Jadilah orang yang berguna bagi orang lain. Saling membahagiakan. Saling menasehati. Saling mengingatkan satu sama lain. Jadilah muslim sejati dan selalu melakukan yang terbaik!.

0 komentar:

Posting Komentar