Apa kata Islam tentang Waktu?
Apa arti dibalik
waktu? Banyak yang mengatakan, waktu lebih berharga daripada emas, waktu sangat
tajam seperti pedang, dan waktu bernilai uang. Dari semua itu, kita sebagai
umat islam, bukankah sudah menjadi keharusan untuk memandang segala hal dalam
sudut pandang islam? Lalu seperti apakah waktu dalam kacamata islam? Mari kita
kupas!
وَ الْعَصْرِ اِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِيْ خُسْرٍ
“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam
kerugian”
(Al-Ashr :
1-2)
Manusia seringkali
lalai akan waktu. Saat ada waktu senggang, telah menjadi kebiasaan manusia
untuk mengisi hal-hal yang bersifat menyenangkan. Tak memandang kesenangan itu
bersifat menguntungkan atau merugikan. Saat kesenangan itu membuat manusia lupa
akan perintah tuhannya, maka pastilah ia merugi.
Lalu,
apakah islam mengajarkan cara-cara menetapkan waktu? Tentu saja islam telah
mengajarkan. Islam mengajarkan kita untuk shalat 5 waktu. Subuh dilaksanakan di
pagi petang. Dhuhur di siang tepat. Ashar saat matahari mulai terbenam. Maghrib
ketika matahari menghilang dan mega merah bermunculan. Dan yang terakhir, Isya
disaat hilangnya sang mega merah. Dengan melaksanakan kelima shalat secara
tepat waktu, otomatis membuat kita dapat menandai waktu.
Waktu
berlalu cepat dan singkat. Dan setelah berlalu, waktu tak akan dapat kembali
lagi. Seperti syair berikut.
Tahun demi
tahun berlalu dengan senang
Sepinya ia
begitu cepat terbang.
Saat susah
menyela datang
Seolah-oleh
ia begitu lambat tuk menghilang
Akhirnya
masa-masa pun akan hilang
Seakan-akan
mimpi di waktu siang
Ketahuilah...
Seandainya masa muda dapat kembali sehari saja
Akan kuberitahukan kepadanya apa yang dikerjakan di hari tua
Seseorang...
Hanyalah pengendara di atas pundak umur.
Berekelana mengikuti hari dan bulan.
Ia lalui siang dan malam
Semakin jauh kehidupan dekat dengan kuburan
وَ يَوْمَ يَحْشُرُهُمْ كَأَنْ لَّمْ يَلْبَثُوٓا۠ إِلَّا
سَاعَةً مِّنَ النَّهّارِ يَتَعَارَفُوْنَ بَيْنَهُمْ
“Dan
(ingatlah) akan hari (yang di waktu itu) Allah mengumpulkan mereka, (mereka
merasa di hari itu) seaka-akan mereka tidak pernah berdiam (di dunia) melainkan
sesaat saja di siang hari, (di waktu itu) mereka saling berkenalan.” (Yunus :
45)
Waktu bukanlah barang beharga seperti emas, sebagaimana dikatakan
pepatah, namun jauh lebih mahal daripada segala harta dunia lainnya.
“Aku tidak pernah
menyesali sesuatu, penyesalanku ada pada hari yang telah berlalu, dimana umurku
berkurang sedang amalku tidak bertambah.” -Ibnu Mas’ud (ra)-
“Barangsiapa
yang hari ini seperti hari kemarin ia adalah orang tertipu dan barangsiapa yang
hari ini lebih buruk dari hari kemarin ia adalah yang tercela”
Waktu yang paling
menimbulkan banyak keburukan adalah waktu luang.
“Waktu
luang telah membangkitkan kesibukan, dan sebab-sebab timbulnya bencana adalah
waktu luang.”
Sebagai muslim,
tak sebaiknya kita menunda-nunda pekerjaan. Gunakan waktu yang sekarang ada
dihadapanmu sebaik mungkin.
Tak akan ku tunda pekerjaan hari ini
hingga esok karena malas
sesungguhnya hari esok
hanya bagi orang-orang yang malas
Peganglah hari lalu...
sebagai saksi yang adil
Keberadaanmu hari ini kan menjadi bukti
Kalau kemarin kau telah berbuat keburukan
Gandakan kebaikan hari ini
kau kan terpuji...
Jangan menunda kebaikan hari ini hingga
esok.
Boleh jadi hari esok datang kau telah
pergi.
Hari yang berlalu tak kan pernah kembali.
Muhammad bin
Samrah, seorang pengembara, menulis srat pada sahabatnya, Yusuf bin Asbhat :
“Hai
saudaraku ...!
Jauhilah dirimu
dari menunda pekerjaan.
Jagalah!
Jangan sampai hal itu bersarang dalam hatimu. Menunda pekerjaan berarti
bersahabat dengan kerusakan, karena itu adalah tempatnya kemalasan. Menunda
pekerjaan berarti memutuskan cita-cita dan penyia-nyiaan terhadap umur. Jika
kamu berbuat demikian itu akan menjadi kebiasaanmu.
Jauhilah
ragamu dari kebosanan yang telah berpaling darimu, karena itu tidak
mendatangkan manfaat bagi jiwamu.
Hai saudaraku
...!
Segeralah
melaksanakan pekerjaan, karena dirimu menuntut kesengsaraan.
Bersungguh-sungguhlah dalam bekerja, karena setiap pekerjaan menuntut
kesungguhan.
Waspadailah
terhadap kelalaian!
Ingatlah! Apa
yang telah kamu tinggalakan dari dosa, hutang dan pekerjaan, karena semuanya
tetap dihitung.
Hai saudaraku
...!
Kamu akan
selalu gembira, bila pekerjaanmu telah kamu laksanakan atau kamu akan menyesal
bila kamu melalaikannya
Saudaramu
Jadilah pribadi
yang tepat waktu. Menghargai adanya waktumu sekarang. Sungguh, di dunia ini
kita hanya mampir sebentar sekali. Gunakan waktumu semaksimal mungkin. Jangan
hanya bersenang di kala luang. Jangan hanya berangan-angan di kala senggang.
Berlombalah dalam berbuat kebaikan. Buat catatan amalmu yang baik dan indah.
Agar di kelak kau tak menyesal. Akhirat menantimu kapanpun juga.
Bekalilah dirimu dengan takwa
karena kamu tidak tahu
Bila malam telah tiba
Adakah kamu yang hidup hingga pagi
Berapa banyak orang yang sehat mati tanpa
sakit
Berapa banyak pula yang sakit
dapat hidup beberpa masa
Berapa banyak pemuda
di waktu sore dan pagi sehat
telah ditenun kain kafannya, ia tak tahu
***
Thanks for
your visiting my blog
I wish this
make you feel better ^^


0 komentar:
Posting Komentar