Makalah
Kali
ini, saya akan membahas tentang makalah. Makalah biasa disebut sebagai karya
tulis yang paling berbobot. Bisa mengangkat tema social ataupun tema ilmiah. Makalah yang mengangkat tema ilmiah
biasa disebut Karya Tulis Ilmiah (KTI). Makalah yang mengangkat tema sosial
biasanya membahas tentang politik, hubungan atar manusia, sampai masalah
tingkat internasional.
Makalah
adalah sebuah karya tulis yang membahas suatu masalah mulai dari latar
belakang, rumusan, landasan, pembahasan sampai pada kesimpulan. Untuk menulis
makalah dengan baik dan benar perlu mengikuti langkah- langkah berikut :
1.
Menentukan tema/topik
2.
Menentukan tujuan
3.
Mengumpulkan data dan bahan
4.
Membuat kerangka
5.
Tulis secara urut dan jelas
Menulis makalah diperlukan
ketelitian, kerapian, dan kejelasan. Jangan sampai lupa mencantumkan
sumber-sumber data dan ambillah sumber yang terpercaya. Ini salah satu contoh
makalah yang berbentuk Karya Tulis Ilmiah (KTI). Semoga bermanfaat.
Contoh Makalah (Karya Tulis Ilmiah)
Kegunaan Garam dalam
Pembekuan Es Batu
KATA PENGANTAR
Syukur Alhamdulillah saya
ucapkan kepada Allah Subhaanahu wa Ta’ala yang telah memberikan rahmat dan
hidayah-Nya, saya bisa menyelesaikan karya tulis ini tepat pada waktunya.
Penulisan karya tulis ini
dimaksudkan untuk memenuhi tugas Bahasa Indonesia sebagai tugas akhir semester
4.
Ucapan terima kasih saya
haturkan kepada Ibu Nining Niswati yang telah membimbing saya untuk menyusun
karya tulis ini.
Saya menyadari bahwa karya
tulis ini masih jauh dalam kesempurnaan, maka kritik dan saran yang membangun untuk
menyempurnakan karya tulis ini sangat saya harapkan. Sekian pengantar ini, saya
mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung saya.
Kediri,
06 Oktober 2015
Penyusun,
Sittah
Shifkhiyyah
NIS.
HALAMAN PENGESAHAN
Karya tulis ini berjudul
“Kegunaan Garam dalam Pembekuan Es Batu” telah disahkan pada :
Hari,
tanggal :
Pembimbing,
Arini Martha, M.A.
NIP.
DAFTAR ISI
JUDUL............................................................................................................................1
KATA PENGANT…......................................................................................................2
HALAMAN
PENGESAHAN........................................................................................3
DAFTAR
ISI..................................................................................................................4
BAB
1 PENDAHULUAN
1.1
Latar
Belakang.................................................................................5
1.2
Rumusan
Masalah............................................................................5
1.3
Tujuan
Penulisan..............................................................................5
BAB
II LANDASAN TEORI dan
METODEOLOGI
2.1
Landasan
Teori................................................................................6
2.2
Metode
Penulisan............................................................................6
BAB
III PEMBAHASAN
3.1
Data................................................................................................7
3.2
Analisis
Data..................................................................................7
BAB
IV PENUTUP
4.1
Kesimpulan.....................................................................................9
4.2
Saran...............................................................................................9
DAFTAR
PUSTAKA.........................................................................10
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Garam, merupakan bahan pelengkap
masakan, tetapi, bisa kita amati di masyarakat. Contohnya penjual es puter. Es
puter akan tetap dalam keadaan beku karena diletakkan di wadah yang
menghatarkan panas yang sekeliling wadahnya diberi es batu yang ditaburi banyak
garam. Dengan demikian, es batu dan es puter tidak mudah mencair.
Beberapa pesulap juga melakukan
sulap yang menerapkan rahasia kegunaan garam untuk pembekuan es. Mengapa
demikian? Mengapa es batu tidak mudah mencair jika diberi garam? Hal ini
menarik untuk dikaji. Oleh karena itu, dibahaslah hal ini dengan judul
“Kegunaan Garam dalam Pembekuan Es Batu” dalam karya tulis ini.
1.2
Rumusan Masalah
Dalam karya tulis ini rumusan
masalah yang muncul adalah “Apa kegunaan dan penyebab garam dapat memperlambat
pencairan es batu?”
1.3
Tujuan Penulisan
Penulisan katya tulis ini bertujuan
untuk mengetahi kegunaan garam dalam pembekuan es batu dan mengetahui penyebab
garam dapat menghambat pencairan es batu. Diharapkan dapat membantu masyarakat
umum dengan karya tulis ini.
BAB II
LANDASAN TEORI dan METODEOLOGI
2.1
Landasan Teori
Karya tulis ini diberi judul
“Kegunaan Garam dalam Pembekuan Es Batu”. Judul ini berhubungan dengan 3
pengertian utama, yaitu: garam, pembekuan, dan es batu.
Pengertian garam menurut KBBI (Kamus
Besar Bahasa Indonesia) tahun 2003 hal 350 adalah barang yang putih warnanya
dan asin rasanya (diperoleh dari air laut atau air dalam tanah) yang merupakan
zat persenyawaan asam dengan logam.
Garam menurut Wikipedia berarti
senyawa netral dengan pH (derajat keasaman) sekitar 7 yang terdiri dari
ion-ion. Sedangkan, menurut kamus IPA Terapan tahun 1993 hal 284, garam
diartikan suatu zat yang terbentuk dari ion positif basa dan ion negatif asam.
Dengan demikian, garam dapat disimpulkan sebagai bahan yang berasa asin yang
merupakan senyawa yang terdiri atas ion-ion.
Pembekuan adalah kata beku yang
berimbuhan pe-an. Beku dalam KBBI tahun 2003 hal 119 diartikan sebagai kental
atau keras yang terjadi pada benda cair. Sehingga, pembekuan diartikan sebagai
pembuatan atau proses menjadi beku.
Sedangkan, es batu adalah gabungan dari
kata es dan batu. Es adalah bekuan dari air maupun bahan cair lainnya yang
merupakan sebutan dari kata bahasa inggris, yaitu ice. Batu adalah
sebutan bagi es yang berbentuk bongkahan atau gumpalan.
Jadi, karya tulis ini membahas tentang manfaat
garam dalam pembekuan es batu. Untuk mengungkap penyebab dan kegunaan garam
yang bisa membantu masyarakat umum.
2.3
Metode Penulisan
Penelitian
dalam karya tulis ini bersifat deskriptif yang dilakukan untuk mendapat
pengetahuan yang jelas tentang penggunaan garam dalam pembekuan es batu.
Metode
pengumpulan data yang digunakan adalah metode dokumentasi atau referensi yaitu,
dengan melakukan pendataan terhadap data sekunder. Data sekunder yang
dimaksudkan berasal dari internet.
Sedangkan, metode yang digunakan dalam
analisis data adalah metode deskriptif, yaitu metode yang dilakukan dengan
interprentasi (penafsiran) terhadap data
yang telah diperoleh.
BAB III
PEMBAHASAN
3.1 Data
Setelah
dilakukan pencarian dan pengumpulan data, didapatkan data dibawah ini.
Menurut
salah satu penulis blog yang bernama Andi Rusli yang menjelaskan tentang
hubungan es dan garam serta kegunaan garam dalam pembekuan es batu adalah
sebagai berikut.
·
Jenis
garam
Garam biasa dikenal sebagai bumbu
masak yang member rasa asin. Sementara itu, dalam ilmu kimia, garam adalah
senyawa ion yang terbentuk dari gabungan
ion negatif sisa asam dan ion positif sisa basa, karena terentuk dari gabungan,
garam berbentuk lartuan pada umumnya.
Ada tiga jenis garam dalam ilmu
kimia, yaitu :
a.
Garam
netral, berasal dari asam kuat dan basa kuat
b.
Garam
asam, berasal dari asam kuat dan basa lemah
c.
Garam
basa, berasal dari asam lemah dan basa kuat
(Purba, Michael
2007:572)
Sedangkan, garam yang dimaksudkan
dalam karya tulis ini adalah garam dapr (NaCl) yang termasuk dalam jenis garam
netral.
·
Garam
yang ditambahkan pada es batu
Pada penjual es puter keliling,
garam digunakan sebagai tambahan pada es batu yang digunakan sebagai freezer
(pendingin) tradisional. Es batu biasany diletakkan di sekeliling panci logam
es pter. Mengapa garam harus ditambahkan pada es batu tersebut ? Untuk apa ?
Setelah dicari alasannya, ditemkan
jawaban bahwa es dapat menghambat pencairan es batu. Dengan demikian, es batu
akan bertahan dalam keadaan beku dalam beberapa hari. Apa penyebabnya? Mengapa
es batu dapat menghambat pencairan es batu.
Data yang didapat tentang penyebab
garam dapat menghambat pecairan es batu bahwa garam dapat menurunkan titik beku
dengan cara menyerap kalor es batu.
3.2 Analisis
Data
Garam
ditaburkan pada es batu. Es batu tersebut menjadi tidak mudah mencaur.
Berdasarkan data diatas, garam menyerap kalor es batu sehingga titik beku es
batu menjadi lebih rendah. Bagaimana bisa?
Pencampuran
garam dan es batu adalah reaksi-reaksi kimia yang berhubungan dengan penurunan
titik beku. Sudah menjadi biasa jika air membeku pada suhu 0°C. Tetapi, saat es
batu diberi garam, es batu akan membeku dibawah 0°C.
Menurut
seorang blogger lainnya yang bernama Supadi menuliskan dibawah ini.
Ketika
es batudicampur dengan garam, sebagian es akan membentuk air garam dan es
secara spontan terlarut dalam air garam, akibatnya air garam semakin banyak. Di
dalam segumpal es batu terstruktur membentuk tatanan geomatrik tertentu dan
kaku. Tatanan yang kaku ini menjadi rusak ketika diserang oleh garam, maka
molekul-molekul air menjadi bebas bergerak kemana-mana dalam bentuk cair.
Akan
tetapi, merusak struktur padat memerlukan energi. Untuk sebongkah es yan hanya
kontak dengan garam dan air, energi itu hanya dapat diperoleh dari kandungan panas dalam air garam. Maka
ketika es mencair dan terlarut, proses ini meminjam panas dari air dan
menurunkan temperaturnya. Setelah temperatur dingin tercapai, dalam
pemanfaatannya campuran itu mendapatkan panas pengganti dari es batu yang
mengakibatkan es batu lebih dingin dan tidak mudah mencair.
Sedangkan, menurut Ria
Puspitasari dari blog lainnya mengatakan sebagai berikut.
Penurunan titik beku
terjadi pada penambahan garam pada es batu. Titik beku adalah suhu pada saat tekanan uap cairan sama
dengan tekanan uap padatannya. Pada tekanan 1 atm (atmosfer), air membeku pada suhu 0°C, suhu ini disebut
titik beku air. Jika ke dalam air tersebut dimasukkan garam, maka molekul (ion
- ion) garam akan menghalangi molekul - molekul air untuk menguap, sehingga
tekanan uap air akan berkurang. Berkurangnya tekanan uap air akan menyebabkan
penurunan titik beku. Jadi titik beku air ditambah garam lebih rendah dari pada titik beku air. Oleh
karena itu, es menjadi lebih tahan beku dalam waktu yang lebih lama.
Dari
beberapa sumber diatas, didapatkan hasil secara global bahwa saat garam
ditambahkan pada es batu, terjadi penurunan titik beku karenarusaknya molekul
es batu oleh garam dan garam menghalangi molekul-molekul air untuk menguap.
Sehingga, es batu menjadi lebih dingin dari sebelumnya dan hal itu membuat es
batu semakin tahan beku dan tidak cepat mencair.
Kegunaan garam dalam pembekuan es batu
yang didapat adalah dapat menghambat pencairan es batu sehingga dapat menjadi
hal yang menguntungkan bagi para penjual es puter, es balok, para pesulap, para
traveller dan dapat berguna bagi kita semua.
BAB IV
PENUTUP
4. 1 Kesimpulan
Garam
adalah persenyawaan dari ion-ion yang memiliki banyak kegunaan dan manfaat.
Selain digunakan dalam memasak, garam memiliki kegunaan lain dalam pembekuan es
batu. Setelah diperhatikan dari lingkungan sekitar dan dilakukan pencarian data
dan analisis didapatkan bahwa garam dapat menghambat pencairan es batu.
Garam
dapat menghambat pencairan es batu dikarenakan garam dapat menurunkan titik
beku es batu dengan cara menyerap kalor es batu dan menghalangi molekul –
molekul air untuk menguap. Sehingga, ketika
es batu diberi garam, akan lebih tahan beku daripada es batu tanpa
garam. Hal ini bisa menjadi hal yang menguntungkan, dilain karena garam murah,
dan sebagai penduduk indonesia yang tidak pernah mengalami musim dingin, es
batu sangat dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan dahaga manusia sehari - hari.
Oleh karena itulah, rahasia kegunaan garam yang menguntungkan ini diterapkan
oleh pedagang es puter keiling, para pesulap untuk mengelabui mata penonton,
dan orang – orang lainnya.
4.2 Saran
Es batu
adalah peluang usaha yang cukup menguntungkan bagi warga Indonesia. Untuk
memenuhi kebutuhan dahaga manusia, es batu diolah menjadi penganan yang lebih
menarik, seperti es krim, es puter, es serut, dan lain sebagainya. Kelemahan
terbesar pada es batu adalah sangat mudah mencair, dan itu membuat usaha olahan
es batu menjadi merugi. Oleh karena itu dibutuhkan bahan yang dapat membantu
mengahambatan pencairan es batu.
Maka,
ditemukanlah bahwa bahan yang dapat membantu mengatasi pencairan es batu adalah
garam. Selain harga garam murah, garam mudah didapatkan disekitar kita. Karena
itulah, sebaiknya kita semua, lebih lagi para penjual olahan es batu dapat
menggunakan garam untuk menghambat pencairan es sehingga tidak mengakibatkan
kerugian.
DAFTAR PUSTAKA
KBBI (Kamus Besar
Bahasa Indonesia) tahun 2012-2015
http://www-supadi.blogspot.co.id/2012/06/pengaruh-penambahan-garam-pada-es.html diposkan tanggal 21 September 2015 jam 07.47 hari Rabu, 06 Juni
2012 oleh Supadi. Diambil tgl 10 September 2015
jam 13.10
http://riapuspitasari108002.blogspot.co.id/2011/12/alasan-mengapa-pemhambat-pencairan-es.html Diposkan oleh Ria
Puspitasari. Diambil tgl
14 September 2015 jam 7.24
http://e-booktacipi.blogspot.co.id/2012/03/garam-sebagai-media-untuk-membekukan.html




0 komentar:
Posting Komentar