Cara Buat Makalah

by 01.18.00 0 komentar

Makalah
Kali ini, saya akan membahas tentang makalah. Makalah biasa disebut sebagai karya tulis yang paling berbobot. Bisa mengangkat tema social ataupun tema ilmiah. Makalah yang mengangkat tema ilmiah biasa disebut Karya Tulis Ilmiah (KTI). Makalah yang mengangkat tema sosial biasanya membahas tentang politik, hubungan atar manusia, sampai masalah tingkat internasional.
        Makalah adalah sebuah karya tulis yang membahas suatu masalah mulai dari latar belakang, rumusan, landasan, pembahasan sampai pada kesimpulan. Untuk menulis makalah dengan baik dan benar perlu mengikuti langkah- langkah berikut :
1.       Menentukan tema/topik
2.    Menentukan tujuan
3.    Mengumpulkan data dan bahan
4.    Membuat kerangka
5.    Tulis secara urut dan jelas
Menulis makalah diperlukan ketelitian, kerapian, dan kejelasan. Jangan sampai lupa mencantumkan sumber-sumber data dan ambillah sumber yang terpercaya. Ini salah satu contoh makalah yang berbentuk Karya Tulis Ilmiah (KTI). Semoga bermanfaat.

Contoh Makalah (Karya Tulis Ilmiah)

Kegunaan Garam dalam
Pembekuan Es Batu











KATA PENGANTAR

                  Syukur Alhamdulillah saya ucapkan kepada Allah Subhaanahu wa Ta’ala yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya, saya bisa menyelesaikan karya tulis ini tepat pada waktunya.
                  Penulisan karya tulis ini dimaksudkan untuk memenuhi tugas Bahasa Indonesia sebagai tugas akhir semester 4.
                  Ucapan terima kasih saya haturkan kepada Ibu Nining Niswati yang telah membimbing saya untuk menyusun karya tulis ini.
                  Saya menyadari bahwa karya tulis ini masih jauh dalam kesempurnaan, maka kritik dan saran yang membangun untuk menyempurnakan karya tulis ini sangat saya harapkan. Sekian pengantar ini, saya mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung saya. 


                                                                                                Kediri, 06 Oktober 2015
                 

                                                                                               
                                                                                                           
                                                                                                Penyusun,
                                                                                                Sittah Shifkhiyyah
                                                                                                NIS.





HALAMAN PENGESAHAN

                  Karya tulis ini berjudul “Kegunaan Garam dalam Pembekuan Es Batu” telah disahkan pada :

Hari, tanggal :





Pembimbing,




Arini Martha, M.A.
NIP.






DAFTAR ISI

JUDUL............................................................................................................................1
KATA PENGANT…......................................................................................................2
HALAMAN PENGESAHAN........................................................................................3
DAFTAR ISI..................................................................................................................4
BAB 1             PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang.................................................................................5
1.2  Rumusan Masalah............................................................................5
1.3  Tujuan Penulisan..............................................................................5
BAB II            LANDASAN TEORI dan METODEOLOGI
2.1  Landasan Teori................................................................................6
2.2  Metode Penulisan............................................................................6
BAB III           PEMBAHASAN
3.1  Data................................................................................................7
3.2  Analisis Data..................................................................................7
BAB IV          PENUTUP
4.1  Kesimpulan.....................................................................................9
4.2  Saran...............................................................................................9
DAFTAR PUSTAKA.........................................................................10


BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
           Garam, merupakan bahan pelengkap masakan, tetapi, bisa kita amati di masyarakat. Contohnya penjual es puter. Es puter akan tetap dalam keadaan beku karena diletakkan di wadah yang menghatarkan panas yang sekeliling wadahnya diberi es batu yang ditaburi banyak garam. Dengan demikian, es batu dan es puter tidak mudah mencair.
           Beberapa pesulap juga melakukan sulap yang menerapkan rahasia kegunaan garam untuk pembekuan es. Mengapa demikian? Mengapa es batu tidak mudah mencair jika diberi garam? Hal ini menarik untuk dikaji. Oleh karena itu, dibahaslah hal ini dengan judul “Kegunaan Garam dalam Pembekuan Es Batu” dalam karya tulis ini.

1.2  Rumusan Masalah
           Dalam karya tulis ini rumusan masalah yang muncul adalah “Apa kegunaan dan penyebab garam dapat memperlambat pencairan es batu?”

1.3  Tujuan Penulisan
          Penulisan katya tulis ini bertujuan untuk mengetahi kegunaan garam dalam pembekuan es batu dan mengetahui penyebab garam dapat menghambat pencairan es batu. Diharapkan dapat membantu masyarakat umum dengan karya tulis ini.







BAB II
LANDASAN TEORI dan METODEOLOGI
2.1 Landasan Teori
          Karya tulis ini diberi judul “Kegunaan Garam dalam Pembekuan Es Batu”. Judul ini berhubungan dengan 3 pengertian utama, yaitu: garam, pembekuan, dan es batu.
          Pengertian garam menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) tahun 2003 hal 350 adalah barang yang putih warnanya dan asin rasanya (diperoleh dari air laut atau air dalam tanah) yang merupakan zat persenyawaan asam dengan logam.
         Garam menurut Wikipedia berarti senyawa netral dengan pH (derajat keasaman) sekitar 7 yang terdiri dari ion-ion. Sedangkan, menurut kamus IPA Terapan tahun 1993 hal 284, garam diartikan suatu zat yang terbentuk dari ion positif basa dan ion negatif asam. Dengan demikian, garam dapat disimpulkan sebagai bahan yang berasa asin yang merupakan senyawa yang terdiri atas ion-ion.
         Pembekuan adalah kata beku yang berimbuhan pe-an. Beku dalam KBBI tahun 2003 hal 119 diartikan sebagai kental atau keras yang terjadi pada benda cair. Sehingga, pembekuan diartikan sebagai pembuatan atau proses menjadi beku.
        Sedangkan, es batu adalah gabungan dari kata es dan batu. Es adalah bekuan dari air maupun bahan cair lainnya yang merupakan sebutan dari kata bahasa inggris, yaitu ice. Batu adalah sebutan bagi es yang berbentuk bongkahan atau gumpalan.
        Jadi, karya tulis ini membahas tentang manfaat garam dalam pembekuan es batu. Untuk mengungkap penyebab dan kegunaan garam yang bisa membantu masyarakat umum.

2.3     Metode Penulisan
Penelitian dalam karya tulis ini bersifat deskriptif yang dilakukan untuk mendapat pengetahuan yang jelas tentang penggunaan garam dalam pembekuan es batu.
Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode dokumentasi atau referensi yaitu, dengan melakukan pendataan terhadap data sekunder. Data sekunder yang dimaksudkan berasal dari internet.
     Sedangkan, metode yang digunakan dalam analisis data adalah metode deskriptif, yaitu metode yang dilakukan dengan interprentasi (penafsiran)  terhadap data yang telah diperoleh.
BAB III
PEMBAHASAN
3.1 Data
            Setelah dilakukan pencarian dan pengumpulan data, didapatkan data dibawah ini.
            Menurut salah satu penulis blog yang bernama Andi Rusli yang menjelaskan tentang hubungan es dan garam serta kegunaan garam dalam pembekuan es batu adalah sebagai berikut.
·         Jenis garam
Garam biasa dikenal sebagai bumbu masak yang member rasa asin. Sementara itu, dalam ilmu kimia, garam adalah senyawa ion yang terbentuk  dari gabungan ion negatif sisa asam dan ion positif sisa basa, karena terentuk dari gabungan, garam berbentuk lartuan pada umumnya.
Ada tiga jenis garam dalam ilmu kimia, yaitu :
a.       Garam netral, berasal dari asam kuat dan basa kuat
b.      Garam asam, berasal dari asam kuat dan basa lemah
c.       Garam basa, berasal dari asam lemah dan basa kuat
(Purba, Michael 2007:572)
Sedangkan, garam yang dimaksudkan dalam karya tulis ini adalah garam dapr (NaCl) yang termasuk dalam jenis garam netral.
·         Garam yang ditambahkan pada es batu
Pada penjual es puter keliling, garam digunakan sebagai tambahan pada es batu yang digunakan sebagai freezer (pendingin) tradisional. Es batu biasany diletakkan di sekeliling panci logam es pter. Mengapa garam harus ditambahkan pada es batu tersebut ? Untuk apa ?
Setelah dicari alasannya, ditemkan jawaban bahwa es dapat menghambat pencairan es batu. Dengan demikian, es batu akan bertahan dalam keadaan beku dalam beberapa hari. Apa penyebabnya? Mengapa es batu dapat menghambat pencairan es batu.
Data yang didapat tentang penyebab garam dapat menghambat pecairan es batu bahwa garam dapat menurunkan titik beku dengan cara menyerap kalor es batu.

3.2 Analisis Data
            Garam ditaburkan pada es batu. Es batu tersebut menjadi tidak mudah mencaur. Berdasarkan data diatas, garam menyerap kalor es batu sehingga titik beku es batu menjadi lebih rendah. Bagaimana bisa?
            Pencampuran garam dan es batu adalah reaksi-reaksi kimia yang berhubungan dengan penurunan titik beku. Sudah menjadi biasa jika air membeku pada suhu 0°C. Tetapi, saat es batu diberi garam, es batu akan membeku dibawah 0°C.
            Menurut seorang blogger lainnya yang bernama Supadi menuliskan dibawah ini.
            Ketika es batudicampur dengan garam, sebagian es akan membentuk air garam dan es secara spontan terlarut dalam air garam, akibatnya air garam semakin banyak. Di dalam segumpal es batu terstruktur membentuk tatanan geomatrik tertentu dan kaku. Tatanan yang kaku ini menjadi rusak ketika diserang oleh garam, maka molekul-molekul air menjadi bebas bergerak kemana-mana dalam bentuk cair.
            Akan tetapi, merusak struktur padat memerlukan energi. Untuk sebongkah es yan hanya kontak dengan garam dan air, energi itu hanya dapat diperoleh dari kandungan panas dalam air garam. Maka ketika es mencair dan terlarut, proses ini meminjam panas dari air dan menurunkan temperaturnya. Setelah temperatur dingin tercapai, dalam pemanfaatannya campuran itu mendapatkan panas pengganti dari es batu yang mengakibatkan es batu lebih dingin dan tidak mudah mencair.
            Sedangkan, menurut Ria Puspitasari dari blog lainnya mengatakan sebagai berikut.
            Penurunan titik beku terjadi pada penambahan garam pada es batu. Titik beku adalah suhu pada saat tekanan uap cairan sama dengan tekanan uap padatannya. Pada tekanan 1 atm (atmosfer), air membeku pada suhu 0°C, suhu ini disebut titik beku air. Jika ke dalam air tersebut dimasukkan garam, maka molekul (ion - ion) garam akan menghalangi molekul - molekul air untuk menguap, sehingga tekanan uap air akan berkurang. Berkurangnya tekanan uap air akan menyebabkan penurunan titik beku. Jadi titik beku air ditambah garam lebih rendah dari pada titik beku air. Oleh karena itu, es menjadi lebih tahan beku dalam waktu yang lebih lama.
            Dari beberapa sumber diatas, didapatkan hasil secara global bahwa saat garam ditambahkan pada es batu, terjadi penurunan titik beku karenarusaknya molekul es batu oleh garam dan garam menghalangi molekul-molekul air untuk menguap. Sehingga, es batu menjadi lebih dingin dari sebelumnya dan hal itu membuat es batu semakin tahan beku dan tidak cepat mencair.
Kegunaan garam dalam pembekuan es batu yang didapat adalah dapat menghambat pencairan es batu sehingga dapat menjadi hal yang menguntungkan bagi para penjual es puter, es balok, para pesulap, para traveller dan dapat berguna bagi kita semua.

BAB IV
PENUTUP

4. 1 Kesimpulan
            Garam adalah persenyawaan dari ion-ion yang memiliki banyak kegunaan dan manfaat. Selain digunakan dalam memasak, garam memiliki kegunaan lain dalam pembekuan es batu. Setelah diperhatikan dari lingkungan sekitar dan dilakukan pencarian data dan analisis didapatkan bahwa garam dapat menghambat pencairan es batu.
            Garam dapat menghambat pencairan es batu dikarenakan garam dapat menurunkan titik beku es batu dengan cara menyerap kalor es batu dan menghalangi molekul – molekul air untuk menguap. Sehingga, ketika  es batu diberi garam, akan lebih tahan beku daripada es batu tanpa garam. Hal ini bisa menjadi hal yang menguntungkan, dilain karena garam murah, dan sebagai penduduk indonesia yang tidak pernah mengalami musim dingin, es batu sangat dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan dahaga manusia sehari - hari. Oleh karena itulah, rahasia kegunaan garam yang menguntungkan ini diterapkan oleh pedagang es puter keiling, para pesulap untuk mengelabui mata penonton, dan orang – orang lainnya.

4.2 Saran
            Es batu adalah peluang usaha yang cukup menguntungkan bagi warga Indonesia. Untuk memenuhi kebutuhan dahaga manusia, es batu diolah menjadi penganan yang lebih menarik, seperti es krim, es puter, es serut, dan lain sebagainya. Kelemahan terbesar pada es batu adalah sangat mudah mencair, dan itu membuat usaha olahan es batu menjadi merugi. Oleh karena itu dibutuhkan bahan yang dapat membantu mengahambatan pencairan es batu.
            Maka, ditemukanlah bahwa bahan yang dapat membantu mengatasi pencairan es batu adalah garam. Selain harga garam murah, garam mudah didapatkan disekitar kita. Karena itulah, sebaiknya kita semua, lebih lagi para penjual olahan es batu dapat menggunakan garam untuk menghambat pencairan es sehingga tidak mengakibatkan kerugian.





DAFTAR PUSTAKA

KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) tahun 2012-2015
http://www-supadi.blogspot.co.id/2012/06/pengaruh-penambahan-garam-pada-es.html diposkan tanggal 21 September 2015 jam 07.47 hari Rabu, 06 Juni 2012 oleh Supadi. Diambil tgl 10 September 2015 jam 13.10
http://riapuspitasari108002.blogspot.co.id/2011/12/alasan-mengapa-pemhambat-pencairan-es.html Diposkan oleh Ria Puspitasari. Diambil tgl 14 September 2015 jam 7.24
http://e-booktacipi.blogspot.co.id/2012/03/garam-sebagai-media-untuk-membekukan.html
Diposkan Andi Rusli  hari Rabu, 21 Maret 2012 jam 22.35. Diambil tgl 15 September 2015 jam 10.18



         


Sittah Shify

Developer

Jadilah orang yang berguna bagi orang lain. Saling membahagiakan. Saling menasehati. Saling mengingatkan satu sama lain. Jadilah muslim sejati dan selalu melakukan yang terbaik!.

0 komentar:

Posting Komentar